Semerbak aromamu yang enggan memudar. Saat dingin malam menembus batas-batas kehangatan. Bersama sepi dan gelap malam yang menjadi hening.
Senandung lurih ini masih untukmu. Saat semua dalam hitam menghadirkan bayangmu. Senyummu yang lengking, serta raut wajah yang amat memesona. Bersama semua tentangmu, malam ini pun menjadi melankolis.
Membuka lagi lembar-lembar kisah tentang perasaanku padamu. Yang selalu saja meraksasa merajai hati. Namamu, hanya beberapa kata saja namun begitu puitis bagiku.
Tak lagi terpungkiri, wanita adalah bagian sisi terindah dari hidup ini. Ya, dan kau semakin berkilauan dengan karakter yang tak mudah didapati dari wanita lain. Kau memang,... Kau memang Bintang.
Apa kabarmu hari ini?. entah mengapa, seperti ada kerinduan pada waktu itu. Suatu ketika diwaktu itu, dimana pesan singkat kita saling membawa kabar satu akan satunya. Aku tahu, memang tak ada yang terlalu istimewa diantara kita. Setidaknya kita pernah bertukar "selamat malam, have nice dream, nite too".
Memang, takdir melahirkanku tidak pada jalan keistimewaan. Tak bisa memberikan alasan untuk diprioritaskan. Jujur, satu hal yang kuharapkan darimu sama seperti hal yang laki-laki lain harapkan darimu. Yah, kau begitu istimewa. Aku tahu, dimana dan siapa aku ini. Jika aku mengharap hal yang sama dengan yang lain darimu menjadi hal yang lucu dari hidup ini. Setidaknya aku ingin membalas segala pelajaran yang mungkin tak sengaja kau berikan. Terimakasih Bintang, terima kasih.
Waktu teruslah berputar. Ingin sekali rasanya aku hanyut lalu terus melaju. Walau harus ku akui, soal perasaan tak lagi terulang seperti yang untukmu. Tapi, diusiaku yang sekarang, enggan rasanya bicara soal perasaan. Yah, komitmen akan lebih menjadi prioritas seorang laki-laki. Mungkin perasaan akan tumbuh meraksasa seiring kesungguhan menjaga sebuah komitmen.
Selamat Bintang, Selamat malam siapapun kau yang kelak akan abadi. Yang akan selalu ku jaga, siapapun itu. Sampai jumpa dimasa depan.
Good night :)
Senandung lurih ini masih untukmu. Saat semua dalam hitam menghadirkan bayangmu. Senyummu yang lengking, serta raut wajah yang amat memesona. Bersama semua tentangmu, malam ini pun menjadi melankolis.
Membuka lagi lembar-lembar kisah tentang perasaanku padamu. Yang selalu saja meraksasa merajai hati. Namamu, hanya beberapa kata saja namun begitu puitis bagiku.
Tak lagi terpungkiri, wanita adalah bagian sisi terindah dari hidup ini. Ya, dan kau semakin berkilauan dengan karakter yang tak mudah didapati dari wanita lain. Kau memang,... Kau memang Bintang.
Apa kabarmu hari ini?. entah mengapa, seperti ada kerinduan pada waktu itu. Suatu ketika diwaktu itu, dimana pesan singkat kita saling membawa kabar satu akan satunya. Aku tahu, memang tak ada yang terlalu istimewa diantara kita. Setidaknya kita pernah bertukar "selamat malam, have nice dream, nite too".
Memang, takdir melahirkanku tidak pada jalan keistimewaan. Tak bisa memberikan alasan untuk diprioritaskan. Jujur, satu hal yang kuharapkan darimu sama seperti hal yang laki-laki lain harapkan darimu. Yah, kau begitu istimewa. Aku tahu, dimana dan siapa aku ini. Jika aku mengharap hal yang sama dengan yang lain darimu menjadi hal yang lucu dari hidup ini. Setidaknya aku ingin membalas segala pelajaran yang mungkin tak sengaja kau berikan. Terimakasih Bintang, terima kasih.
Waktu teruslah berputar. Ingin sekali rasanya aku hanyut lalu terus melaju. Walau harus ku akui, soal perasaan tak lagi terulang seperti yang untukmu. Tapi, diusiaku yang sekarang, enggan rasanya bicara soal perasaan. Yah, komitmen akan lebih menjadi prioritas seorang laki-laki. Mungkin perasaan akan tumbuh meraksasa seiring kesungguhan menjaga sebuah komitmen.
Selamat Bintang, Selamat malam siapapun kau yang kelak akan abadi. Yang akan selalu ku jaga, siapapun itu. Sampai jumpa dimasa depan.
Good night :)
Filed Under : by tri widhiono
Senin, 23 November 2015
0 komentar:
Posting Komentar