Pacitan, 08 November 2015.
Jika kamu bertemu seseorang yang mengatakan;
"untuk apa mempertaruhkan hidup buat sepak bola, memangnya seberapa besar prestasinya hingga kamu begitu bangga?", jika kamu yakin dan punya alasan untuk menjawabnya, jawablah dengan begitu meyakinkan.
Sepak bola dimegeri ini memang tak segermelap di eropa. Ekspos media, investasi, dan prestasi juga tak sebagus eropa. Tapi jangan tanya soal atusiasme. Negeri ini jelas tak diragukan lagi. Ultras, holigan, militan atau apapun sebutannya, yang jelas terlalu mudah di temui dinegeri ini.
"Kami mencintai apa yang kami cintai tanpa memandang prestasi, kami mencintai karena hati. Karena kami tak akan menghianati bangsa ini jikalau tak ada yang patut dibanggakan lagi. Itilah kami"
Jika kamu bertemu seseorang yang mengatakan;
"untuk apa mempertaruhkan hidup buat sepak bola, memangnya seberapa besar prestasinya hingga kamu begitu bangga?", jika kamu yakin dan punya alasan untuk menjawabnya, jawablah dengan begitu meyakinkan.
Sepak bola dimegeri ini memang tak segermelap di eropa. Ekspos media, investasi, dan prestasi juga tak sebagus eropa. Tapi jangan tanya soal atusiasme. Negeri ini jelas tak diragukan lagi. Ultras, holigan, militan atau apapun sebutannya, yang jelas terlalu mudah di temui dinegeri ini.
"Kami mencintai apa yang kami cintai tanpa memandang prestasi, kami mencintai karena hati. Karena kami tak akan menghianati bangsa ini jikalau tak ada yang patut dibanggakan lagi. Itilah kami"
Filed Under : by tri widhiono
Minggu, 08 November 2015
0 komentar:
Posting Komentar