25 Nopember 2015.
Menjelang pukul dua siang waktu bagian baturetno. Menjelang adek-adek SMA pulang, hujan menawarkan rasa panas yang sendari pagi menyelimuti kota. Gemuruh petirpun turut meramaikan diantara riuhnya titik air yang mehujam bumi ini.
O,ya. Selamat hari guru. Semoga guru-guru Indonesia semakin bermutu. Semakin giat menelurkan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga bermoral dan lebih manusiawi. Semoga.
Sebelumnya, terserah kalian mau mengatakan apa. Orang yang sakit hati karena tak bisa mengikuti pelajaran, atau orang yang malang yang tak mengenyam pendidikan di sekolah tinggi. Tapi, apa yang saya tulis ini adalah apa-apa yang mewakili perasaan. Para guru itu juga manusia. Punya masalah, karaktet kepribadian, masalalu, latar belakang dan banyak hal yang menjelaskan bahwa mereka adalah manusia. Mungkin ada juga yang dulunya harus mengulang (remidiasi) mapel Pendidikan Agama dan Pkn selepas tes semester. Dulu sewaktu sekolah menengah, tak sedikit pelajaran yang saya harap lekas berlalu. Atau berharap gurunya tak datang. Seorang guru seharusnya tidak hanya pandai, tapi juga mampu menjadi orang tua. Menjadi sosok yang patut "digugu lan ditiru".
Secoret tinta kadang membuat selembar kertas putih menjadi tampak tak bersih. Tapi, tak boleh kita melupakan, bahwa volume warna putih jauh lebih banyak dari pada secoret tinta hitam.
So, terimakasih pak, bu,.. Diantara lautan perbedaan pemikiran kita, kalian adalah penginspirasi dalam hidup ini. Karena ilmu yang kau beri aku jadi tahu dan mengerti akan hidup ini. Karena perbedaan pemikiran kita, aku jadi lebih dewasa dari kemarin lusa. Terimakasih.
Selamat hari guru,
Menjelang pukul dua siang waktu bagian baturetno. Menjelang adek-adek SMA pulang, hujan menawarkan rasa panas yang sendari pagi menyelimuti kota. Gemuruh petirpun turut meramaikan diantara riuhnya titik air yang mehujam bumi ini.
O,ya. Selamat hari guru. Semoga guru-guru Indonesia semakin bermutu. Semakin giat menelurkan generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga bermoral dan lebih manusiawi. Semoga.
Sebelumnya, terserah kalian mau mengatakan apa. Orang yang sakit hati karena tak bisa mengikuti pelajaran, atau orang yang malang yang tak mengenyam pendidikan di sekolah tinggi. Tapi, apa yang saya tulis ini adalah apa-apa yang mewakili perasaan. Para guru itu juga manusia. Punya masalah, karaktet kepribadian, masalalu, latar belakang dan banyak hal yang menjelaskan bahwa mereka adalah manusia. Mungkin ada juga yang dulunya harus mengulang (remidiasi) mapel Pendidikan Agama dan Pkn selepas tes semester. Dulu sewaktu sekolah menengah, tak sedikit pelajaran yang saya harap lekas berlalu. Atau berharap gurunya tak datang. Seorang guru seharusnya tidak hanya pandai, tapi juga mampu menjadi orang tua. Menjadi sosok yang patut "digugu lan ditiru".
Secoret tinta kadang membuat selembar kertas putih menjadi tampak tak bersih. Tapi, tak boleh kita melupakan, bahwa volume warna putih jauh lebih banyak dari pada secoret tinta hitam.
So, terimakasih pak, bu,.. Diantara lautan perbedaan pemikiran kita, kalian adalah penginspirasi dalam hidup ini. Karena ilmu yang kau beri aku jadi tahu dan mengerti akan hidup ini. Karena perbedaan pemikiran kita, aku jadi lebih dewasa dari kemarin lusa. Terimakasih.
Selamat hari guru,
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 25 November 2015
0 komentar:
Posting Komentar