“ TUHAN ITU TAK
PERNAH ADA “
Hay, bintang. Bagaimana malammu
saat ini?,. apa masih dingin seperti malam-malam yang lalu. Dingin, dan sepi. Atau malah sibuk dl yang dengan segala hal yang menyibukanmu?,
entahlah, betapapun kamu, semoga selalu ada kebahagian di dalamnya.
Pernahkah kamu berfikir suatu ha
tentang Tuhan?, apa itu Tuhan, dan dimana dia berada?, apa ka menjumpainya
dimanapun?, atau hanya sewaktu kamu sholat dalam lima waktu yang berbeda. Tuhsn
memsng gaib. Tsk dapat dilihat, dan juga tak mudah dimengerti dengan istilah
yang diajarkan orang-orang dengan gelar S. Ag, ataupun S.PdI. terkadang manusia itu terlalu teoritis,
mengatakan tentang sesuatu sesuai dengan apa yang dia terima mentah-mentah dari
seseorang yang mereka sebut guru. Tanpa dapat dilihat apa yang ia maksut dengan
perkataannya itu dalam sorot matanya. Hanya kata-kata indah dengan tatapan yang
kosong. Suaranya memang menjelaskan, tapi mata dan jiwa mereka mnjelaskan hal
lain. Dan hal lain itu adalah tentang diri mereka yang tahu apa-apa.
Tuhan. Bagiku, Tuhan itu tak
pernah ada. Mungkin kalimat itu provokatif. Tapi bagi mereka yang mengenali
Tuhan mereka, mereka akan memahami makna kata itu. ya, Bagiku Tuhan itu memeang
tak pernah ada. Namu andai kau juga sulit memahaminya, letakkanlah tanda petik
disebelum kata “Pernah dan sesudah kata ada” dan kau coba pahami lagi apa
maksut kata itu.
Kata pernah menurutku adalah
bentuk kata lampau. Yang bermaksut yang semulanya begitu namun sekarang tak
lagi. Maka kalimat itu diwakilkan pada kata “pernah”.
Seseorang yang mengenal Tuhannya,
akan membawa Tuhan mereka dimana pun dia berada. Termasuk saat berbuat dan
bermimpi. Jika mendengar kata “Tuhan tak “Pernah Ada”, kemudian memaki sang
pembuat pernyataan, mengatakan dia kafir, ataupun sesat. Maka cobalah pahami. Apa
ada Tuhan dalam dirinya. Tuhan telah tergantikan dengan kebencian dan amarah. Dan
Tuhan pun Tenggelam dan dihilangkan.
Hidup ini soal permainan kata,
yang mudah mengambil persepsi, dia yang kalah bermain di awal babak. Mereka tak
sanggup bersaing dengan ide gila msuh mainnya. Dia lemah,karena dia hanya tahu
dari apa yang dia baca, dengar, dan yang guru mereka ajarkan.
Kalau aku harus marah, aku lebih
bisa marah dengan orang yang berani mengatakan bahwa Tuhan itu “pernah ada”. Pernah
berarti terjadi sesaat sebelumnya, namun sirna untuk saat ini.
Mungkin itulah ceritaku hari ini,
apa yang ingin ka ceritakan padaku malam ini bintang?, ceritakanlah nanti dalam
mimpi indahku. Selamat malam bintang, mimpi yang indah.
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 20 Agustus 2014
0 komentar:
Posting Komentar