Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Selamat malam

Selamat malam bintang... Apa kabarmu di tanggal 17 Agustus ini?,masihkah kau sibuk hari ini?, apa kau tak buka twitter sepekan ini?. Pantesan, tak ada ceritamu di dumay.  emmmtt, pacitan,.. Masih Seperti biasanya, dingin. Dingin sekali. Mungkin karena dingin di kota ini, hingga aku tumbuh menjadi pribadi yang dingin.heehee. Aku bercanda.
Emmttt..
Aku pernah baca sebuah buku. Sejenis novel gitulah. Dikarang oleh budayawan kawakan sekelas Sujiwotedjo. Ada kalimat yang terkadang saat membacanya suka senyum-senyum sendiri.

"Puncak kerinduan adalah saat dua orang tidak saling bicara, SMSan, chattingan, BBMan, FBan, atau Twitteran, tetapi diam2 saling mendoakan"
Kurang lebih begitulah. Apa kita seperti itu bintang?, atau malah?... Atau malah hanya kita tak begitu kenal. Dan aku hanya terbuai oleh harap-harapku dan juga doa-doa tentangmu?, dan aku tak pernah ada dalam cerita penamu. Malang sekali andai benar begitu.
Tapi biar bagaimanapun, perasaan ini datang dari Tuhan, dan padaNyalah aku kembalikan dan pasrahkan. Semenjak waktu itu, yah, waktu itu. Lama sekali. Sampai-sampai aku lupa cerita persisnya aku lala padamu. Yang jelas, aku menjaga dan tidak untuk wanita manapun. Sekalipun pada akhirnya, memang bukan untukku, aku tak akan memberikannya rasa itu pada wanita manapun. Biar aku buatkan perasaan baru untuk wanita itu, walau tak se full version untukmu. Yang untukmu biarlah ku simpan dalam-dalam. Bukankah dulu pernah ku katakan padamu, manusia itu harus konsekwen pada ucapannya. Dan aku terima segala konskwesinya nantinya. Aku sih berharapnya happy ending, tapi kenyataan siapa yang tahu. Aku dedikasikan semua ini padamu. Walau akhirnya aku harus hancur terlindas beratnya kenyataan. Mungkin aku belajar untuk tidak menyesal. Sekalipun siapa yang bisa terima.

0 komentar:

Posting Komentar