Sudah pagi lagi, dan hujanpun telah reda.
Kemarin sore, adalah hujan teromantis yang pernah ku lihat. Aku melihat puisi berawal di seberang jalan gang menuju kecamatan. Berlanjut hujan yang rintik-rintik yang kemudian menderas. Senyum yang dulu kutulis dalam surat doaku pada Tuhan, hadir walau tidak untukku. Setelah berusaha melupakan, setelah aku berusaha memulai hidup tanpa bayang-bayangnya, Tuhan pun membuat aku melihat doa yang entah terkabul atau tidak. Dalam sampai tetesan air itu menjadi ribuan. Kau masih nampak diantara sela-sela rintik. Itu durasi terlama aku bisa melihatmu selepas sekolah waktu itu.mungkin.
Hujan belum sepenuhnya reda. Namun sudah lama kau disitu menunggu. Menunggu seseorang yang membawamu berlalu, sore itu.
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
@benkwidhiono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Senin, 17 November 2014
0 komentar:
Posting Komentar