Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Sebuah Penantian

kala rasa meraksasa dalam sukma,
menghempas apa-apa yang seharusnya nyata,
ilusi,
ambisi,..
daun-daun gugur di ujung kemarau,
merindu gerimis namun tak nampak jua,
seperti itukah ibarat jiwa,
saat kerinduan menaungi hati yang paling dalam,
kekasih,..
kau bawa kemana separuh jiwa ini,
pergi tanpa permisi, tak berarah tujuan pasti.
diujung pantai ada ombak yang menepi.
meratakan pasir-pasir putih yang bersih.
di sana juga terduduk raga dan sukma.
tengah kehilangan setengah jiwanya entah kemana.
kekasih...
lekaskah kau pulang dan memelukku?,
agar aku tak lagi sepi,
biar aku tak lagi gundah,
dan kita ulang lagi cerita,
tentang gerimis manis di pantai ini.
berteman hembus angin,
berlatar belakang nyiur dan hiruk pikuk pantai,
serta soundtrack lagu romantis dari ponselmu.
kekasih,..
kenapa?,
kenapa kau tak nampak datang.
padahal senja berakir dalam sebentar ke depan.
apa kau sudah benar-benar pergi?,
merajai mimpi yang kau lukis sekelas pelangi.
aku ini hanya laki-laki malang,
punya hidup namun tak tahu dengan masa depan.
punya rasa namun tak berdaya mengejar engkau.
dan biarlah,
aku nikmati semuanya sendiri,
saat mentari senja pelan-pelan menutup tirai.
setidaknya,
drama kisah cinta tak berakir indah,
Semakin waktu,
Tiraipun benar-benar menutup Klayar.
Dan kisah cinta itu tak terwujud di sini.
Kekasih,...
Aku masih duduk di tepian, menantimu.

0 komentar:

Posting Komentar