Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Maaf

Aku pun bukan malaikat. Yang akan bernyanyi dan selalu bisa membuatmu tersenyum. Menari bersama bayangmu, dan ada disampingmu saat kau bersedih. Aku terlalu hebat untuk bisa selalu di dekatmu. Karena aku hanya manusia biasa. Yang selalu mencoba sempurna, namun selalu menyisakan air mata dan gerutumu. Maaf sayang, bukan sepenuhnya mauku begitu. Semua semata-mata karna keterbatasanku dan kelabilanku sebagai laki-laki dan manusia. Aku tak tahu pasti, seberapa jauh kau inginkan aku menjadi yang kau mau. Dan layaknya kamu, aku pun inginkan hal itu darimu. mauku dan maumu kadang tak seragam. Selalu harus ada yang terkorbankan. Mengalah dan... Hah, sudahlah sayang, aku hanya berdoa pada saatnya kita akan seragam.
Bersenandung bersahut-sahutan. Semoga.

Sayang, kini aku mungkin mengerti semua. Tentang banyak yang kau tanyakan namun urung kujawab, Waktu itu. Tentang pelangi, mendung dan air mata. Tentang sepasang burung parkit kita, dan tentang banyak hal yang akan membawaku selalu teringat padamu. Selamanya, kau akan selalu menemaniku. Walau hanya dalam bayang-bayang.

Kau ingat sayang waktu itu. Waktu senja manis menghadap pasak -pasak langit. Dan kau bercerita tentang kapan kita akan ke sana. Watukapur, hargo dalem,dan hargo dumilah. Menikmati waktu bersama nyanyian alam. Edelwayse yang bermekaran serta senyum manis yang akan membuat pendakian terindah dalam sejarah hidup ini.  "Indah sekalikan sayang?", apa kau mengangguk?. Lalu kenapa kau pergi secepat ini sayang?, membuatku sendiri tak berkawan. Kau malah lebih memilih sendiri dalam kesepian. Dan kau tahu sayang?, kesepianmu adalah kesedihanku. Tapi baiklah. Tak mengapa. Jika memang harus begini. Aku coba beranjak walau berat meninggalkanmu. Aku akan pergi sayang. Tapi, setidaknya, aku ingin ucapkan selamat tinggal padamu. Walau hanya lewat sebuah batu bertulis namamu, tanggal lahirmu, dan hari ini. Serta doa-doa ku, semoga kau tenang di alam sana. Sekali lagi; "selamat tinggal sayang, maaf, aku biarkanmu pergi seorang diri. Aku akan selalu merindumu.

0 komentar:

Posting Komentar