Bisa saja. Yang hari ini biasa kelak akan dirindukan. Yang hari ini hanya hal kecil, kelak menjadi sesuatu yang tak ternilai. Terkadang, setelah kehilangan barulah dimengerti, betapa berharganya sekecil apapun hal itu.
Sayang sekali, manusia tak diberitahu kapan mereka harus kehilangan. Tahu tahu ada gerutu dan penyesalan. Tapi, semua bisa saja menjadi hal yang tak begitu disayangkan, andai saja menghargai apapun, sekecil apapun itu sudah menjadi suatu kebiasaan. Meletakan diri pada rasa normal kehormatan. Tidak merasa begitu hina, dan tidak pula merasa begitu terhormat. Mungkin bukan hal mudah. apapun ketika kita tak mengharap apapun akan menjadi mudah. Karena menjalankan peran siapa dan dimana kita berada, jauh akan membuat hidup mudah ketimbang ada disuatu kobdisi dimana kita terlalu berharap lebih ataupun terbayang-bayangi masalalu.
Disebuah warung poci diselatan kota. Gema takbir menembus gemuruh jalan raya. Esok sudah hari raya. Mungkin tak sebesar hari raya syawal, tapi sekecil apapun momennya, dirayakan bersama orang-orang dekat itu akan terasa luar biasa. Setelah semangkuk mie rebus dan segelas teh manis ini akupun akan melanjutkan perjalanan pulang.
Alluhuakbar walillahilham,..
"Selamat hari raya, semoga kita senakin mengenal dan paham akan arti pengorbanan, kestiaan, dan juga kebersamaan. Amin..n"
Benk_wd
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 23 September 2015
0 komentar:
Posting Komentar