Semua terjadi begitu saja. Saat aku mulai belajar mencintaimu pelan-pelan. Mungkin benar kata orang ; " kita tak pernah tahu akan jatuh cinta pada siapa, tapi kita selalu tahu siapa yang patut dan layak untuk kita pertahankan dan perjuangkan". Ya, dan aku rasa aku baru saja paham siapa yang layak aku pertahankan. "kau". Kau senang mendengarnya kasih?. Tersenyumlah,manis.
Lihatlah, awan diatas sana menyembunyikan purnama yang tak lagi sempurna. Namun, cahaya bulan itu masih menembus kabut-kabut tipis cakrawala. Ya, malam ini langit nampak berawan. Kau tahu, apa yang ku inginkan malam ini?. Ah, kau jangan pura-pura tak tahu seperti itu. Malam ini aku ingin menempa kursi panjang bambu ini dengan dua hati. Ya, dua hati. Hatiku dan hatimu. Rasa-rasanya aku ingin membalas sikapku selama ini padamu. Aku ingin membuat hatimu hangat di sampingku. Agar kita bisa lupakan dinginnya sikap selama ini padamu. Kita mulai cerita baru. Aku tak tahu, apakah aku jatuh cinta padamu, yang pasti, keuletanmu selama ini menghadapi aku yang mungkin sudah seperti zombie ini adalah alasannya. Alasan untuk aku pertahankan. Cinta itu akan tumbuh dan bermekaran seiring waktu kita saling mengenal dan saling menguatkan. Bukankah begitu manis?.
Sementara, alunan ayat-ayat suci masih menggema. Begitu juga air mata ini. Jika ada satu pintaku yang akan dikabulkan, aku ungin satu hari saja bersamamu.
"aku tak tahu, apakah aku jatuh hati padamu. Tapi, aku akan selalu mencoba menyayangimu sampai aku benar-benar jatuh hati padamu", ya. Kata itu saja yang ingin ku ucap padamu. Setelahnya,... Kurasa aku pun tak sanggup mengganjal roda takdir.
Kau ingat manis, kata Soe Hok Gie seorang filsafat Yunani pernah berkata; "Nasib terbaik adalah tak pernah dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi muda, yang tersial adalah berumur tua,berbahagialah mereka yang mati muda..", lalu dilanjutnya "kita tak pernah menanamkan apa-apa. Dan tak pula akan kehilangan apa-apa. Makluk kecil kembalilah, dari tiada ke tiada. Berbahagialah dalam ketiadaan. Ya kurang lebih begitu.
Selamat jalan manis, berbahagialah dalam ketiadaanmu.
Filed Under :
Kamis, 10 September 2015
0 komentar:
Posting Komentar