Bukan siapa dan apa
Filed Under :
#savekancil #savenature #savefuture #savelumajang #saverembang #savetelukbenoa #savekarspegununganseribu
by tri widhiono
Rabu, 30 September 2015hari ini, katanya...
bicara soal idealisme hanyalah sampah.
bicara soal kebenaran adalah munafik.
bicara soal masa depan bersama adalah naif.
entah bagaimana.
kita hidup di suatu jaman yang menjujung tinggi kebebasan.
namun tetap saja.
budaya kekuasan dan kekuatan masih dipelihara.
setiap orang bebas berekspresi.
namun juga terlalu bebas untuk diintimindasi.
setiap orang bebas bersuara,
namun terlalu bebas juga masuk ke penjara.
Merdeka hanyalah simbol kata-kata.
Sebuah cita-cita yang baru terenyam awalnya saja.
Namun tetap saja,
Yang tanpa pedang siapa bilang tak garang.
Yang katanya saudara siapa bilang tak tega.
Belanda sudahlah pulang.
Namun penindasan dan keserakahan lupa turutnya.
Realitas hidup menggugah iba.
Menyaksikan manusia dipermainkan logika.
Hidup hanya untuk uang dan kesenangan.
Sedang yang menghalang?,
Tak tanggung palang tebas kejamnya parang.
Kemarin,
Seorang aktifis peduli lingkungan tewas.
Disebuah desa di kabupaten lumajang.
Terlindas kejam roda keserakahan.
Tercabit sabit laknat kekuasaan.
Memang,
Bicara soal lingkungan adalah ancaman.
Untuk "lawan" ataupun diri sendiri.
Hidup mati memanglah takdir.
Tapi keberanian adalah pilihan.
Mau mati sebagai apa dan siapa terserah kita.
Yang jelas,
Tak ada perjuangan yang sia-sia.
Singsingkan lengan bajumu,
Tegaklah dagu dan keyakinanmu,
Mati terhormat atau hidup sebagai pecundang adalah pilihan.
Jika hanya untuk pecundang,
Baik kiranya gugur sewaktu dikandungan.
Alam bukan sekedar warisan nenek moyang.
Alam adalah titipan anak cucu kita.
Kita bukan apa-apa,
Kita bukan siapa-siapa.
#savenature #savefuture

0 komentar:
Posting Komentar