Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

06 April '14

Palangi menatapmu pada langit-langit kota.
Senja yang datang selepas malam.
Bernyanyikan ninabobo termanis,
Untukmu.
Jika saja apa yang ada diantara yang harus mustahil.
Diantara diplomatik, misiu dan wanita.
Aku mau kau datang sebagai penawar.
Yang hambar berlalu.
Yang menangis tersenyum.
Lalu litaslah sang mengecam rasa.
Kita yang tak saling suka namun jatuh cinta.

Tentu saja manis,
Anda kita diperkenalkan sejak bayi,
Tak ada hal romantis di dunia ini.
Memang beginilah semestinya.
Kau datang hancurkan gunung dengan senyuman.
Mungkin orang lain hanya akan mengatakan "sekedar".
Dan kurasa kaupun tahu.
Apa yang tertahan dibalik mau kataku.
Kau,...
Adalah anugrah yang kunanti entah berapalagi.
Laut akan tawar,
Rasio akan mati,
Dan perasaan tercipta sekelas baja.
Hingga terasa,
Dunia menyisakan kita berdua.
Setelah romeo dan juliet,
Setelah Naruto dan hinata,
Setelah doa-doa yang tak henti sirami mimpi.

Kita memang bukanlah siapa-siapa.
Segala yang kita buat mustahil,
Lalu adakah alasan.
Untuk siapa-siapa bertanya.

Bersama gerah selimut kota Jakarta,
Serta desing kipas yang sendari tadi berputar.
Dari hatiku,
Aku nyanyikan lagu ninabobo untukmu.
Selamat malam manis...
Tidur yang nyenyak mimpi yang indah.
Mentaripun tak sabar.
Sekedar menatapmu lalu ucapkan;
"selamat pagi cantik"

(benk wd)

0 komentar:

Posting Komentar