Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

Tanpa apa-apa

Aku melihat kesepian ditepian jalan yang gaduh.
Aku melihat rasa takut di dalam kegagahan.
Aku melihat kesedihan terselip di antara tawa.
Aku melihat apa-apa yang tak mereka ketahui.
Karena mereka membatasi pengelihatannya dengan mata.
Dan tak bisa dipungkiri,
Kenyataan yang nyata tak terbatas mata dan logika.

Sebenarnya,
Mendeskripsikan diri sendiri adalah rasa sakit.
Tapi tak jua ubahnya mereka tahu.
Apa-apa yang sebenarnya mereka mampu tahu.
Aku melihat apa-apa yang tak mereka lihat.
Karena yang aku lihat,
Adalah hal yang ada dalam diriku, sendiri.
Dan mereka abaikan.

Memang beginilah dunia kita.
tempat kita kenal dan jatuh hati.

Sejak kecil,
Kita dididik untuk menaklukan langit.
Hidup dalam limangan harta, kehormatan dan nama besar.
Apa salah guru kita mengajarkannya?,
Tidak..
Memang begitulah kenyataan yang musti kita hadapi.

Dan untuk segalanya, kita pertaruhkan segalanya.
Tapi,..
Jika semua berfikir begitu?,
Heh...
Ucapkanlah "selamat datang" pada kehancuran.
Atas kepentingan yang sama,
Gesekan dan benturan akan menjadi biasa.
Hanya yang besi yang akan bertahan.
Dan kau tahu kawan,
Kodrat kita adalah manusia.
Yang akan sakit namun saling menyayangi.
Bukankah derajat besi itu jauh dibawah manusia?
Bukan begitukah, kawan?.

Sudalah kekasih,
Buang saja segala sedihmu,
Air matamu,
Serta apapun yang memudarkan "cantikmu".
Bersamamu kita akan menepi.
Kita akan wujudkan semuanya.
Kehormatan,
Kekayaan,
Dan juga nama besar,
Tanpa perlu alasan apapun,
Tanpa butuh pengakuan siapapun.
Dan,..
Sejarah serta koran pun tak perlu dipaksa mencatatnya.
Tersenyumlah,..
Kekasih..

Kita tak akan mendapatkan apa-apa.
Tak pula akan kehilangan apa-apa.
Sampai nanti, sampai lusa.
Sampai kita lupa.
Akan satu cara jatuh cinta,
Dan terluka.
Tersenyumlah.
Selagi mentari belum diambil yang Punya.

(benk_wd)

0 komentar:

Posting Komentar