Lihatlah kekasih. Bersama mendung tipis dan rembulan yang setengah lingkaran. Mengantarkan masa pada perpisahan dengan april tahun ini. Dan kita pun masih sama saja. Diam-diam kita masih saling diam, kemdian diam. Lalu sampai kapankah?, kapan kita akan duduk berdua, bercerita tentang langit biru dan juga segala keindahan dunia sampai fajar tiba. Entahlah kekasih, semoga itu bukan sekedar khayalku belaka.
Lihatlah kekasih...
Segala yang terburuk yang nampak padaku masih sembunyikan yang lebih lagi. Hanya saja tak nampak. Dan kuharap kelak, kita bertemu dan bicara soal komitmen. Bukan lagi soal cinta-cintaan seperti layaknya anak-anak yang baru saja SMA. Bukan pula soal untung-rugi, menimbang kurang dan lebihnya. Tapi lebih dari itu, keberanian kita untuk saling bergandeng tangan. Melewati semua dan kesediaan saling melengkapi satu akan satunya, dirimu atas diriku,diriku atas dirimu. Dan segala untuk hari-hari kita setelah esok dan esoknyanya lagi serta selamanya.
Untuk sementara biarlah begini. Diamku dan diammu biarlah saling merindu malu-malu. Tapi kuyakin, sepasang manusia ini punyai mimpi yang sama untuk beresama. Suatu nanti, dan selamanya.
Kekasih,tersenyumlah
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 29 April 2015
0 komentar:
Posting Komentar