Yang saya rasakan, yang saya lihat

Benk Widhiono

@benkwidhiono

16 April '15

Hari ke 16 bulan April tahun 2015.

Seperti yang kau lihat, seperti yang kau rasakan. Tak banyak yang beda akan apa-apa yang saling kita temui. Hujan, gerimis, ataupun suasana yang "gerah". Tak ubahnya doa-doaku untuk mu ; "semoga kau baik-baik selalu".

Entah berapa kali kutulis tentang kekagumanku pada beberapa wanita. Tapi kurasa sama saja. Semua emosionalku semata. Sebagai seorang laki-laki, sebagai seorang manusia. Dan pandanganku tentang yang disebut "cinta" juga masih saja, tak ada yang istimewa. Indah atau tidaknya dia, tergantung kita mengkondisikannya.

Tak terhitung angka yang telah kulalui dari saat itu. Saat Bintang tenggelam dalam kesunyian. Dan sejauh itu juga, kesunyian menjadi hal yang biasa dalam hidupku. Aku tertawa, aku berteriak, aku pun hura-hura dengan segala. Namun tetap saja, semua tak mampu menjelaskan aku bahagia. Kesunyian bukan sekedar ruang yang tak memberi apapun kala langit mulai gelap. Tapi, lebih dari itu. Kesunyianku tak beralasan dan tak pula dapat dijelaskan. Yang kutahu, kesunyianku adalah kawan. Sebuah kesetian tanpa batasan lalu ditenggelamkan harapan.

Dia,...
Dia adalah seseorang.
Hhh.. Istimewa.
Dia datang pada alam kesunyianku. Menyapa, dan bercerita tentang Bintang tanpa bicara. Wajahnya yang terbingkai jilbab, tinggi badannya, telah melukiskan Bintang. Ada Bintang dalam dirinya. Dan satu lagi, pesan singkatku yang tak dia balas itu semakin menghidupkan Bintang dalam dirinya. Tapi, aku tak ingin dia hanya sekedar yang mengingatkanku pada bintang. Aku ingin dia menjadi alasan, ada saatnya Bintang kusimpan pada suatu tempat dihatiku yang tak dapat kutemukan lagi.

Ingin rasanya aku "pause" semuanya. Agar, dia tak berlalu untuk sebentar saja. Setelah itu terserah padanya. Durasi telah membatasi. Seiring berakirnya hari Rabu kemarin, berakir sudah tugas dan kewajibannya disini. Mungkin, setelah ini, aku akan melihatnya mengeparkan sayapnya. Seperti titah para guru, dia kan taklukan angkasa.

"sebentar lagi, aku akan merindukan hal-hal yang semulanya biasa. Kau berangkat sekolah, pulang sekolah, sampai sekedar jajan es di warung sebelah. Tas birumu, atau yang pink. Semua tentangmu, yang belum sepat kita berjabat tangan dan saling menyebutkan nama. Terbanglah, terbanglah merpati kecil... Lampoi awan-awan dan para dewa. Sampai saatnya kau pulang ke kota ini,semoga kau tak membatasi akan harapanku. Menatap mentari selepas fajar. Dimana hati hanya menyisakan kita berdua. Menyisakan aku dan kamu".

Benk_wd

0 komentar:

Posting Komentar