Tatap matamu kuatkan rapuhnya hati..,
Temani yang menyindiri dalam kesunyian,
Teguhkan yang tertegun meragu,
Disetiap hadirmu,
Ajarkan akan arti sebuah kehidupan.
Ini aku,
Bocah kecil yang kau timang dahulu,
Yang selalu kau luangkan waktu,
Walau harus mengganggu tidurmu,
Ini aku yang waktu,
Yang kau gadang,
Yang kau doa menjadi bintangmu.
Yang kau harap bersinar,
Diantara yang hitam.
Tapi maaf Ma,
Semua itu masih urung,
Aku janji, suatu nanti..
Aku bisa untuk semua harapmu.
Terima kasih untuk semua mu,
22 Desember 2015.
Disaat semua teman-teman menampakan wajah-wajah ibundanya, aku hanya bisa mengungkapkan apa, lewat barisan huruf ini. Itupun kurasa Ma ku pun tak sempat membacanya. Yah, kurasa begitu. Intinya, seperti para anak lainnya dihari ini. Mengungkapkan rasa sayang mereka pada ibundanya.
"o,ya ma,.. Dapat salam dari calon menantumu, yang saat ini sedang tersenyum membaca ini. Suatu saat nanti, akan kuperkenalkan padamu. Tapi tidak untuk saat ini. Karena saat ini, dia masih bersama laki-laki lain. :D "
Yang saya rasakan, yang saya lihat
Benk Widhiono
@benkwidhiono
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wp Theme by Promiseringsdesigns. Blogger Template by Anshul Distribution By New Blogger Templates.
Filed Under : by tri widhiono
Selasa, 22 Desember 2015
0 komentar:
Posting Komentar