Selamat malam bintang, apa kabarmu?. Apa masih kau larut dalam perayaan pesta ulang tahun kota kita?, apa kau tengah sibuk dengan bahan sekripsimu?, semangat terus bintang. Semangat. Seperti yang telah kau ajarkan pada banyak orang. Tentang hidup, pemikiran, dan kerja keras. Kau,...
Hebat.
Ini sudah menjelang umur ke 21 bulan Pebruari. Hujan masih turun deras sesekali waktu. Jagung dan kacang mulai dipulangkan dari ladang-ladang sebelah barat kota Pacitan. Hari semakin berlalu. Membawaku menatap horor ke depan. Aku tak tahu bagaimana nasibku kedepan. Apakah aku mampu memberikan kebagiaan padamu andai doa-doa ku untukmu Tuhan kabulkan. Entahlah bintang, sepemahamanku Tuhan selalu memberikan jalan pada doaku soal wanita. Tapi, aku malah lari dari doa-doaku. Satu hal yang belum kulihat jalannya adalah, menuju padamu. Mungkin kau lebih dari hargo dumilah menjelang tahun baru.
Disini, di kota ini.bintang. Aku menghabiskan hari-hari yang penuh cerita. Sejak SMA, aku telah nemulai cerita-cerita itu. Sampai hari ini, tak hentinya ku coret-coret dinding hidupku dari kota ini. Akhir-akhir ini, Anak-anak kelas dua sekolah mengengah yang saya temui tengah sibuk menyelesaikan KTI. Mereka sibuk. Sedang anak-anak kelas tiga tengah mengokang senjata menuju peperangan terakirnya. Mereka juga sibuk. Anak kelas satu,.. Tak banya yang ku tahu tentang mereka. Salah satunya Bersama merekalah hari haru aku lewatkan. Mereka anak-anak yang lucu. Walau kadang dan sering juga menjengkelkan. Mungkin kita pun begitu lima tahunan yang lalu.
Tentu bukan hal mudah mendeskripsikan mereka. Jumlah dan karakter mereka beragam. Ada yang egois, arogan, himoris, dingin, acuh, tapi sedikit dari mereka yang dewasa dan menarik.
Dari mereka jugalah aku melihatmu. Tapi tak dalam satu wadah. Mungkin Tuhan membagi-baginya dalam beberapa anak. Karena kau tahu bintang, kau istimewa. Bagiku.
Seorang anak kelas tiga, mengingatkanku padamu. Hidung yang tak terlalu mancung ditambah perawakan dan tinggi badan seukuranmu. Hanya saja dia selalu mengenakan jilbab. Setahuku. Mungkin kau juga teramat cantik jika begitu,heehee. Dia mengambil jurusan ilmu alam. Tapi, sudah lama aku tak melihatnya belakangan ini.
Kalau bicara soal gadis menarik, cukup banyak,heehee.
Ada juga seorang gadis yang kunilai kukuh dengan prinsipnya. Dia cantik. Sama, anak kelas tiga ilmu alam. Dia cantik, berjilbab, dan manis. Belakangan, entah kenapa kami jadi saling salah tingkah dan menahan senyum yang sebenarnya ingin saling kami lempar saat bertemu. Tanpa sengaja aku pernah berjumpa juga dengan kedua orang tuanya. Mereka baik. Seandainya boleh aku berandai, aku ingin dia menjadi seseorang yang bisa menggantikan andai kamu bukanlah yang digariskan untukku,heehee. Tapi biarlah, bintang. Aku nikmati putaran waktu ini. Semua aku coba pasrahkan pada Tugan. Tentang suapa, tentang bagaimana akhirnya. Karena, kau tahu bintang?, ada tiga hal yang tak bisa dipungkiri manusia di dunia ini. Satu jodoh, lalu rejeki, kemudian ajal.
Sudah menjelang pukul setengah satu dini hari. Kau sudah tidurkah?,
Sebenarnya aku sudah mengantuk. Tapi, tetep saja susah terpejam. Padahal, besok pagi, aku sudah harus menjumpai anak-anak itu. Menemani mereka menyelesaikan KTI mereka. Sebuah tugas yang menurutku itu mengganggu waktu belajar mereka. Waktu pulang mereka juga terganggu. Tapi, aku tak banyak tahu. Mungkin itu juga yang terbaik untuk mereka. Walau terkadang mereka rewel,
"aku dulu mas, cuma selembar", kata menjadi mainstrem terdengar. Terkadang aku juga kesal. Ada yang nyelonong. Padahal kawan-kawannya antre. Entah apa yang membuat mereka ingin dilebih dukukan. Aku yakin, yang diam antre juga punya alasan yang sama. Tapi mereka bisa menahan karena menghargai yang datang lebih awal.
Yah, kota ini terlalu banyak cerita. Tak habis andai semua kutukis sampai pagi.
Okeylah. jaga kondisimu, jaga kesehatanmu. Mungkin seperti aku menjaga perasaan yang tak pernah kutahu endingnya ini,heehee
Selamat malam bintang, sukses selalu dan... Cepet wisuda. :)
(Benk wd)
Filed Under : by tri widhiono
Jumat, 20 Februari 2015
0 komentar:
Posting Komentar