Waktu itu, mataku jumpaimu disebrang jalan. Berjalan kaki begitu anggun dari utara ke selatan. Entah kemana. Semakin waktu, kau pun menjadi sering. Melempar tanya untuk hatiku, siapa dirimu. Manis.
Acap kali waktu serasa melambat. Membiarkan kepala berputar dengan pertanyaan-pertanyaan tentangmu. Yang manis, yang cantik, yang tersembunyikan dibalik kerudungmu. Kerudung coklat dengan lilitan setangan leher merah putih. Terjaga. Sempurna.
Entah mengapa,waktu pun menjadi puitis. Ketika langkah pelan mu yang manis lintasi gerimis. Dan Segala tentangmu menjadi romantis.
Filed Under : by tri widhiono
Sabtu, 07 Februari 2015
0 komentar:
Posting Komentar