Hay manis, apa kabar?,
Sepertiga awal bulan Agustus. Lebih tepatnya tanggal sepuluh. Satu hari menjelang perayaan ulang tahun Arema Malang. Mungkin hari ini tak banyak kau tahu tentang klub bola satu ini. Tapi aku yakin, kelak ia akan memenuhi pendengaran dan pengelihatanmu. Aku tak akan menghalangi, jikalau darah biru itu mengalir dalam diri anak kita. Tak apa, fanatisme suporter akan menyusun sebagian jiwanya bersama kecerdasan warisan ibunya, warisanmu. Tapi itu entah kapan, apakah kelak anak-anak kita masih hidup pada masa dimana sepak bola menjadi nafas bagi masyarakat nasionalis. Entahlah, yang jelas kita akan membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Aku janji itu.
Yang pasti, semakin hari kehidupan tak akan semakin mudah. Ekonomi, sosial, moral, dan kestabilitasan keamanan dan perdamain dunia tak mudah diprediksi. Aku tak tahu, apakah kelak saat si kecil tumbuh pasukan elit Negeri kita masih berada pada urutan teratas dunia ini?. Yang jelas, dia berhak tahu tentang dunia. Sekalipun aku tak akan menjadikannya sebagai ahli perang ataupun sekjen PBB. Ceritakan padanya tentang Israel-Palestine, tentang Iraq, atau negara-negara perang lainnya. Biar pikirannya bebas. Biar dia sendiri kelak yang memilih mau jadi apa.
Mungkin, bila perlu ceritakan tentang rekayasa militan-militan Islam. Sebuah kelompok yang tak tahu menahu tentang Islam lalu diajari takbir dan sholat lalu digiring mengacaukan dunia. Memang kadang dunia internasional itu lucu.
Rekayasa elit militer yang berkepentingan hanya akan menjadi tertawaan para ulama yang geram. Kebodohan dalam rekayasanya adalah dengan menggunakan nama Islamic State ... ..., dan meletakkan bonekanya dengan nama arab. Tak memperhatikan detail lagi namanya. Mungkin mereka seharusnya menjadilan Muhammad bin Abdullah agar lebih meyakinkan dunia jika itu memang ulah Muslims. Tapi, mereka tak tahu tentang apa-apa dalam Islam.
Entahlah manis,
Filed Under : by tri widhiono
Rabu, 10 Agustus 2016
0 komentar:
Posting Komentar