Selamat sore, manis, sudah mandikah dirimu?.
Terkadang, orang yang kita sayangi hanyalah beban. Rasa mual yang enggan dimuntahkan. Bukannya soal menghidupi, yang terberat adalah soal menjelaskan. Membuat mereka menjadi paham. Dan kau tahu manis, orang-orang dengan "rasa akunya" yang selangit tak akan mudah paham. Sekalipun kau korbankan nyawa agar sesudahnya kau berharap mereka akan berfikir. Tak akan. Yang ada kita hanya akan jadi orang mati yang mereka bilang "bodoh".
Beginilah, manisku. Cinta kasih sayang itu tak melulu kebahagiaan. Bagiku, itu hanyalah penderitaan. Berkorban untuk mereka yang tak pernah mengerti arti sebuah pengorbanan.
Terkadang, aku ingin sekali bertanya. Apakah mereka melihat Alloh dalam sholatnya. Hingga mereka yakin sekali bahwa telah berada di jalan yang benar. Menyalahkan, menjatuhkan, mengecilkan, mungkin itu lah buah dari iman kebiasaan, bukan iman pemikiran ataupun pemahaman. Tuhan tak cukup untul dilogika, tapi segala ajaranya cukup masuk akal. Aku benci orang sholat, yang meyakini sholatnya akan cukup membawanya ke surga. Toh, tujuan hidup manusia itu kembali ke Tuhan, bukannya surga. Soal surga dan neraka?, ahh.. Tak usahlah kita terlalu mendikte yang kuasa.
Filed Under : by tri widhiono
Kamis, 04 Agustus 2016
0 komentar:
Posting Komentar