Ada masa-masa dimana kita harus merelakan. Menjadi seserpih yang terbang, lalu... Menghilang. Ada kalanya senyuman hanyalah kenangan. Kau yang datang sendiripun pada akhirnya harus pergi tanpa kawan. Apa ada yang lebih mengkawatirkan selepas semua. Selain tentang jalan panjang nan manusiawi untuk orang-orang yang kita sayangi.
Aku tak memaksamu untuk merasa beruntung, tak pula memaksamu mengenang. Hanya sekedar kalian tahu. Segala sifat manisku tak lah ku buat-buat. Aku benci mereka-reka. Ketika aku menyapamu, bertanya tentang ini dan itu mu. Ada harapan lebih atas kebahagianmu. Dengan ataupun tanpaku.
Embun menghilang untuk berganti hangatnya mentari. Dan berganti embun yang lain esok hari. Begitu seterusnya. Yang hari ini berharga akan menjadi bullshit kalau kita harap abadi. Hargai, nikmati, setiap kasih sayang yang tersiram padamu.
Filed Under : by tri widhiono
Minggu, 21 Agustus 2016
0 komentar:
Posting Komentar