Satu Agustus 2016,
Apa kabarmu, manis?
Gerimis yang tadi pagi itu mula kukira hanya embun di dedaunan yang tertiup angin. Entah sejak kapan Lazuardi mengandung partikel-partikel yang membuat basah itu. Walaupun orang-orang sedia payung sebelum hujan sekalipun pasti tak mengira, dan mereka pipis di pekarangan tanpa membawa payungnya. Kau tahu, ternyata air hujan yang katanya haram menyentuh mereka, pagi ini membuat mereka cuci muka. Mungkin lusa harus mengganti kata hujan dengan mendung ataupun pipis. "sedia payung sebelum mendung/ (pipis). Itu lebih relevan. Ya relevan bahwa hidup mereka ribet. Kalau aku di beri kewenangan mengganti semboyan mereka, aku akanenggantinya kalimat : "air hujan tak akan membuatmu mati". Bagai mana menurutmu, manis?.
Yang namanya masalah ibarat cat yang mewarnai kanvas nyata yang disebut kehidupan. Dengan tak terhingga kemungkinan dan opsi. Bagaimana saja, kapan saja, dan dimana saja. Satu hal yang perlu kau sambut bukanlah aku, tapi masalah. Karena kurasa, hati mu lebih penuh kata "masalah" ketimbang namaku. Iyakan manis?, ya, satu titik aman yang membuat lega adalah rakdir tak menulis jika manusia bisa hamil oleh kata masalah.
Menghadapi dan menyelesaikan masalah adalah cara terbaik. Tak mudah memang. Menyelesaikan masalah ibarat duduk di meja judi bersama bandar. Ada bertaruhan, baik berupa materi ataupun gengsi.
Ow,ya manis. Satu hal lagi yang ikin katakan padamu. Mungkin jas hujan akan lebih mengisolasi air hujan dari kulitmu itu. Udah, itu saja.heehee
Selamat siang, manisku. Jangan lupa makan.
Filed Under : by tri widhiono
Senin, 01 Agustus 2016
0 komentar:
Posting Komentar